Dinas Pendidikan OKU Adakan Seleksi 02NS

BATURAJA–Dinas Pendidikan akan menggelar Olimpiade Olah Raga Sains Nasional (O2SN) tingkat kabupaten yang digelar 24 April mendatang di SMPN 1 OKU. O2SN ini sebagai persiapan menghadapi O2SN tingkat provinsi Sumatera Selatan yang digelar bulan Mei mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan OKU Drs HA. Tarmizi SE MT melalui Kasi kesiswaan Dra Yuniarti mengatakan, kegiatan 02SN tingkat SMA/MA se-kabupaten OKU tahun 2010 ini merupakan ajang seleksi peserta terbaik untuk mewakili kabupaten OKU pada 02SN tingkat provinsi.
Pada O2SN tingkat kabupaten, peserta akan diberikan soal seputar 8 mata pelajaran. Seperti, matematika, astronomi, fisika, biologi, ekonomi, komputer, kebumian dan kimia. Soal O2SN tingkat kabupaten ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.

“Soal-soal yang akan diberikan kepada peserta berasal dari Provinsi. Panitia hanya melaksanakan dan menyeleksi peserta terbaik 1-3 yang selanjutnya akan kita kirim ke provinsi,” jelasnya.

Terkait 02SN, Yuniarti berharap kepada para sekolah agar dapat mengirimkan perwakilan siswa pada ajang O2SN tingkat kabupaten OKU yang akan digelar pada 24 April di SMPN 1 OKU. (Sumber : OKU EKSPRES)

GOW Gelar Berbagai Kegiatan


BATURAJA - Menjelang peringatan hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten OKU menggelar beberapa kegiatan. Diantaranya, bhakti sosial dan lomba bagi kaum ibu-ibu yang tergabung PKK dan GOW di kabupaten OKU.

Sekretaris GOW OKU Ir Hj Tri Aprianingsih mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Kartini ini akan dilaksanakan pada 18 April hingga 21 April mendatang. Dan acara puncak akan digelar di gedung kesenian pada 21 April.

Beberapa kegiatan social yang akan dilakukan terdiri dari pemberian bantuan alat sekolah ke Sekolah Luar Biasa (SLB), anak yatim piatu, dan pemberian bingkisan kepada tukang ojek wanita di Baturaja, serta pemberian modal usaha bagi wanita karir.

Sedangkan untuk kegiatan lomba meliputi, lomba kebaya kartini bagi ibu –ibu muda usia di bawah 50 tahun, lomba baju muslimah bagi lansia dan lomba menghias jajanan pasar.

“Seluruh peserta lomba ini berasal dari lembaga organisasi wanita di kabupaten OKU. Dan khusus pada acara puncak peringatan kartini akan praktekkan hasil karya pengurus GOW OKU cara membuat keripik buah hasil study banding yang dilakukan GOW beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Tri berharap kepada para organisasi wanita untuk dapat mengikuti kegiatan dalam rangka peringatan hari kartini yang ke-131 tahun 2010. (sumebr : OKU EKSPRES)

Indonesia Juara Umum ICYS ke-17 Tahun 2010

DOK. KEMENDIKNAS
DOK. KEMENDIKNAS
TUJUH siswa Indonesia peraih medali emas pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) yang berlangsung di Denpasar Bali, 12-17 April 2010. *

DENPASAR, (PRLM).- Indonesia berhasil menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) yang berlangsung di Denpasar Bali 12-17 April 2010. Tim Indonesia yang berkompetisi pada semua bidang lomba, yakni Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih 7 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu.

Sebagaimana disiarkan Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas), Jumat (16/4), prestasi ini mengulang kesuksesan Indonesia pada ajang yang sama tahun 2009 lalu di Pszcyna, Polandia.

Tujuh medali emas tersebut masing-masing diraih Florencia V.Vaniara/Evelyn L.Wibowo dengan judul penelitian “Effect of Stem Cell and Mangosteen Peel Extact on Abnormal Cells”. Lalu, Muhammad Kautsar/Dian Sartika Sari/Dhicha Putri Maharani/Hidayu Permata Hardi dengan judul “Sweitenia Oil: The Use of Mahagony Seed os Bio-Oil Alternative and The Use of Production Waste as Electris Mosquito Repellent”, Oki Novendra dengan penelitian berjudul “Mathematical Explaination on the Death of Michael Jackson”.

Kemudian, Dwiky Rendra Graha Subekti dengan judul penelitian “Big Match: ‘ Suka Kelor’ Caramel vs Malnutrition”, Sonny Lazuardi Hermawan dengan judul “Portable Protection Everywhere”, Miftah Yama Fauzan dengan judul “Development of Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed”, dan Andreas Widy Purnomo/Aldo Vitus Wirawan dengan juudl penelitian “Green Energy Source: Centripetal Water Turbine”.

Sedangkan medali perak diraih oleh Aria Dhanang Dewangga dan medali perunggu masing-masing diraih oleh Dita Nurtjahya, Fauqia Tambunan/Bening Embun Pagi/Alan Suherman, dan Rizal Panji Islami/Fahmi Maulana Ainul Yakin/Ikhsan Britama.

Tim Indonesia juga meraih best performance atas nama Dwiky Rendra Graha Subekti untuk bidang Environmental Sciences dan Ilham Naharudinsya/Ardelia Djati Safira/Satria Putra Adhitama untuk bidang Basic Mathematics.

Adapun peringkat kedua diraih oleh tim Jerman dengan 2 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh tim Rusia dengan 2 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu. Peringkat berikutnya berturut-turut ditempati Belanda, Belarusia, dan Polandia masing-masing meraih satu medali emas. (A-94/das)***


Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/111372

Facebook dan dunia pendidikan di Kabupaten OKU

Seperti kita ketahui bersama, facebook merupakan situs jejaring sosial terpopuler di dunia saat ini, bahkan di Indonesia situs ini merupakan situs paling banyak dikunjungi dan satu-satunya yang mampu mengalahkan google yang selama ini selalu memimpin

Di OKU khusnya di kota Baturaja Tren menggunakan facebook sangatlah tinggi, baik dari anak-anak SD hinga Mahasiswa, bahkan orang yang lebih dewasa pun sekarang hampir pengguna facebook. Dengan meningkatnya tren tersebut apakah manfaat nya bagi dunia pendidikan di Kabupaten OKU? Jawabnya tentu ada, Dalam dunia pendidikan, semestinya fenomena “facebook booming” ini bisa menjadi suatu peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para penggerak roda pendidikan utamanya guru, kenapa? Karena apabila kita sebagai guru jeli memanfaatkan media ini, selain dapat digunakan untuk pelengkap pembelajaran di kelas juga dapat pula digunakan untuk hal-hal lain, seperti pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas.

Contohnya : ada seorang dosen di suatu Universitas X yang memanfaatkan facebook yang di gunakan untuk mengirim tugas-tugas kuliah, atau ada seorang dosen yang sering memberikan artikel-artikel kepada mahasiswanya melalui group yang ada di facebook sehingga dapat di baca oleh anggota group tersebut, dan banyak lagi manfaat dari facebook antara lain dengan sering nya siswa-siswa memanfaatkan fasilitas yang ada di internet, secara tidak langsung siswa tersebut telah belajar secara otodidak, sehingga kan menambah kemampuan siswa itu sendir.

Disamping itu samping sisi positip, ada juga sisi negatif dari facebook itu sendiri. Pada dasarnya siswa dalam usia remaja dengan hadirnya media facebook menjadi lebih ekspresif, dengan bebas membuat status, upload foto dan berbagi catatan membuat mereka merasa “semakin ada”. Remaja selalu terpacu untuk melakukan hal-hal yang baru bagi mereka, dengan hadirnya facebook remaja cenderung penasaran untuk melihat profil orang-orang yang dikenalinya, melihat foto-foto dan mengomentari status, sehingga dengan keadaan demikian para siswa pun sring kebablasan sehingga terkadang mereka lupa akan tugas-tugasnya sebagai seorang siswa. Disinilah peran orang tua dan guru dalam pengawasan pergaulan siswa di luar lingkungan sekolah dan kelas.

fitur-fitur lain dari facebook banyak yang dapat dioptimalkan oleh para pendidik, seperti fitur foto tagging misalnya, guru yang bisa merangkul siswanya melalui facebook bisa saja melakukan penjelasan materi pelajaran dengan sebuah foto. Siswa-siswa di-‘tag’ oleh gurunya dan kemudian diminta untuk berkomentar terhadap foto tersebut, dan guru akan bisa mengambil peranan sebagai fasilitator yang baik di sana. Contoh lain, di facebook ternyata telah ada sebuah aplikasi buatan orang Indonesia bernama “Teman Belajar” http://apps.facebook.com/temanbelajar/ yang bisa saja dimanfaatkan oleh guru-guru dan siswa-siswa untuk melakukan semacam pembelajaran jarak jauh yang bersifat kolaboratif.



Sumber :
http://tsauri28.myhaley.com/blog/fenomena-facebook-di-dunia-pendidikan-kita

Lokasi Perpustakaan Daerah Tidak Strategis


Keberadaan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten OKU lokasinya dinilai tidak srategis untuk dapat didatangi warga masyarakat.
"Perpustakaan disini tidak cukup memadai, lokasinya juga tidak strategis, sehingga saya rasa masyarakat malas untuk datang ke sini," kata Rasman Wasun AMd, Kasi Pelayanan Perpustakaan Daerah Kabupaten OKU, Rabu (7/8).
Kantor Perpusda berada di jalan Kemiling No 2I, Sarang Elang Kecamatan Baturaja Timur dekat komplek kantor dinas pendidikan cukup jauh dari pusat keramaian kota Baturaja.
Selain itu kata Rasman, Jalan Kemiling tidak terlalu banyak dilewati angkutan umum, sehingga masyarakat yang ingin berkunjung ke perpustakaan daerah terkadang malas. "Idealnya perpustakaan daerah itu ada di pusat kota yang mudah diakses masyarakat," katanya.
Walau tidak secara explicit menyebutkan, dia berharap keberadaan perpustakaan daerah berdekatan dengan banyaknya aktifitas masyarakat di pusat kota Baturaja. “Misalnya seperti di lokasi kantor capil yang sekarang. Memang kita dulu mengincar kantor itu, tapi keduluan. Mau bagaimana lagi, itu kebijakan atasan,” sebut dia.
Pihaknya kata dia, sudah pernah mengajukan atau memprogramkan untuk pemindahan lokasi perpustakaan. Tapi itu baru bisa pada 2011 mendatang. “Nanti akan diprogramkan pada 2011, kita sudah koordinasi dengan bagian perlengkapan/umum,” ujarnya.
Kata Rasman harapan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan pengunjung perpusatakaan dan minat baca terhadap masyarakat kabupaten OKU di kalangan pelajar, mahasiswa atau karyawan yang ingin membaca untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuan dari manfaat membaca. "Selama ini pengunjung kebanyakan hanya dari kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.
Sementara itu tambah Rasman, pengunjung perpustakaaan berkisar antara 15-30 orang setiap hari dari berbagai kalangan pelajar tingkat menengah, mahasiswa dan umum.
Ia menerangkan koleksi buku diperpustakaan daerah kabupaten OKU saat ini berjumlah 11.667 eksemplar dengan dari beberapa judul judul buku, diantaranya tentang pengetahuan umum dan keagamaan. "Kalau perpustakaan berada di tempat strategis maka dari berbagai kalangan masyarakat diharapkan berkunjung," tandasnya. (wen) OKU EKSPRES